Tuesday, March 12, 2019

12 Maret 2019 Hello 37

Hello 37
Alhamdulillah kubuka gerbang ke 37.
Ingin rasanya kembali ke gerbang 20.
Namun sang gerbang enggan membukanya.
Kini kuharus maju, didepan sana sang gerbang 40 sudah melambai-lambai berharap kubuka, namun diriku enggan meraihnya.

Semoga hidup hamba tambah berkah, sehat, makmur, meraih cita dan cinta dunia akherat. Alhamdulillah Allah atas berkah, kebahagiaan, kesehatan dan segalanya.

Sunday, March 3, 2019

Hari anak perempuan 3 Maret 2019

pelajaran hari ini dari Imelda sensei.

Selamat Hari Anak Perempuan!

Pasti teman-teman yang punya anak perempuan sudah tahu tentang Hina Matsuri ya. Berhubung anak saya laki-laki, saya sebetulnya kurang paham tentang perayaan yang satu ini. Tapi saya coba bahas sedikit ya.... mungkin teman-teman ada tambahan keterangan silakan tulis di komentar ya.

Sebetulnya Hina Matsuri yang dirayakan tanggal 3 Maret itu, merupakan salah satu dari 5 Sekku 五節句, 5 tanggal yang sama angkanya ぞろ目. Ini merupakan adaptasi dari Cina dengan membagi satu tahun menjadi 5 bagian atau 5 `garis`, masing-masing dengan ciri khasnya dan di kekaisaran  dahulu diadakan upacara-upacara pada tanggal tersebut. Tanggal 7 bulan 1 disebut Jinjitsu no sekku人日の節句, tanggal 3 bulan 3 Joushi no sekku上巳の節句, tanggal 5 bulan 5 Tango no sekku端午の節句, tanggal 7 bulan 7  Sichiseki no sekku 七夕の節句dan 9 bulan 9 Chouyou no sekku 重陽の節句. Dari 5 tanggal di atas, kita masih mengenali tanggal 7 Januari sebagai hari untuk makan bubur 7 ‘rumput’ nanakusagayu, tanggal 3 Maret Hina Matsuri, tanggal 5 Mei Kodomo no hi, dan 7 Juli Tanabata. Hanya tanggal 9 September saja yang jarang diingat padahal hari ini, dahulu, dirayakan dengan minum sake yang diapungkan bunga seruni (kiku). Tapi dari ke 5 tanggal itu, hanya tanggal 5 Mei saja yang ditetapkan sebagai hari libur nasional yang disebut Kodomo no hi.

Kalau dikatakan sebagai sekku, tanggal 3 Maret itu juga sering disebut dengan Momo no sekku, karena bunga-bunga Plum mulai bermekaran. Karena itu kalau melihat hiasan Hina Kazari, pasti ada ranting dengan bunga plum yang berwarna merah muda, Boneka Hina ひな人形, yang biasanya berupa pasangan Kaisar dan Permaisuri, yang jika lengkap akan dihias dengan dayang-dayang dan menteri sampai membuat 7 tingkatan dengan alas berwarna merah. Keluarga yang kaya tentu berlomba-lomba membeli (dan memasang) hiasan Hina Matsuri ini selengkap mungkin, dan semahal mungkin. Di televisi pernah aku melihat ada yang harganya 7 juta yen! Aduhhh… untung aku tidak mempunyai anak perempuan hehehe.

Kalau ditelusuri sejarahnya boneka Hina ini berawal dari keluarga bangsawan jaman Heian (794~ ) yaitu permainan untuk anak perempuan. Dulu disebut Hiina asobi, permainan boneka kertas, yang kemudian dihanyutkan ke sungai, Nagashi hina 流し雛karena dianggap boneka itu sebagai pengganti anak-anak perempuan untuk menolak bala. Supaya segala penyakit dan kemalangan bisa hanyut menjauhi si anak. Baru setelah jaman Edo (1603~) boneka Hina ini dihias di dalam rumah. Boneka Hina ini menjadi salah satu barang seserahan waktu anak perempuan menikah. Jadi merupakan ‘warisan’ turun-temurun dari keluarga perempuan kepada anak-cucu perempuannya.

Tapi selain boneka Hina ini, jangan lupa bahwa ada beberapa hiasan-hiasan lain yang biasanya ikut meramaikan altar tempat menghias perangkat boneka itu.
1. Hina Arare, makanan seperti kerupuk (ada yang berisi kacang) berbentuk bulat lonjong terbuat dari tepung beras. Warna putih melambangkan salju, hijau melambangkan calon pohon dan merah muda melambangkan kehidupan.
2. Hishi Mochi, mochi berbentuk wajik berlapis, biasanya terdiri dari 3 warna, pink, putih dan hijau. Mochi ini juga dipakai untuk menolak bala, dan menambah kekuatan. Kalau diteliti lebih lanjut, bahan-bahan pembuatnya biasanya dari tumbuhan yang mempunyai khasiat khusus. Yang menarik, ada penjelasan bahwa bentuk wajik itu sebetulnya melambangkan jantung!
3. Chirashi Sushi, nasi yang diberi cuka dan diatasnya diberi bermacam potongan jamur, kanpyo, ikan mentah, telur ikan ikura dan lain-lain.
4. Hamaguri, kerang yang dimasukkan dalam sup bening.
dan lain-lain.

Bagaimana teman-teman yang mempunyai anak perempuan? Apakah sudah membuat chirashi sushi? Sudah menghias boneka hina? Oh ya sebetulnya boneka Hina ini konon mulai dikeluarkan dari kotak dan dihias mulai Februari, dan begitu hina matsuri selesai harus langsung disimpan lagi loh. Jadi jangan dihias terus sepanjang tahun. Katanya kalau dibiarkan terus, anak perempuannya bisa-bisa tidak dapat jodoh (tidak menikah) :D. (Ini bisa jadi alasan para jombloer wanita bahwa orang tuanya “lupa” menyimpan hina ningyounya ya :D)

Satu lagi Hina kanjinya 雛、kanji yang sama dengan Hinadori 雛鳥 piyik ayam (anak ayam) ... sama-sama kawaii yaaaa hehehe

Wednesday, February 20, 2019

11 Feb Harinya Pendirian Jepang

Pelajaran dari Imelda Sensei.

Hari (nya) Pendirian Jepang

Hari ini Senin tapi libur, saikoudesune 最高ですね. Happy Monday! Hari peringatan apa lagi?

Bahasa Inggrisnya National Foundation Day, dan bahasa Jepangnya Kenkoku kinen no hi 建国記念の日. Kenkoku 建国 = Berdirinya negara, Kinen 記念= peringatan. Dan untuk cepatnya banyak yang mengatakan : Kenkoku Kinenbi, padahal SALAH.

Salahnya? Ya, karena sebetulnya di antara Kinen dan Hi itu ada NO の、Hari (nya) pendirian Jepang. Itu berarti bahwa tanggal ini 11 Februari BUKAN nya tanggal berdirinya Jepang, TAPI tanggal yang ditetapkan menjadi hari berdirinya Jepang.

Katanya kalau menurut penghitungan kalender sekarang, pada tanggal 11 Februari tahun 660 SM, Kaisar pertama Jepang Kaisar Jinmu 神武天皇naik Tahta. Ini tercatat dalam Nihonshoki 日本書紀 buku sejarah Jepang resmi yang berasal dari zaman Nara (710-794) yang merupakan buku sejarah Jepang yang tertua dan Kojiki 古事記 tahun 712. Sebagai informasi Kaisar Akihito yang sekarang adalah kaisar yang ke 125.

Tanggal 11 Februari ditetapkan sebagai Kenkoku Kinen no hi ini pada 1873 dan disebut sebagai Kigensetsu 紀元節 きげんせつ dan sempat dihentikan pada tahun 1948 oleh GHQ (General Headquarter = Amerika karena Jepang kalah perang). Dan baru kemudian diberlakukan kembali sebagai hari libur pada tahun 1966. Pada saat dulu, Kigensetsu ini merupakan salah satu peringatan penting dari 4 peringatan di Jepang (tgl 1 Januari, 11 Februari, 29 April dan 3 November).

Peringatan Kenkoku kinen no hi ini biasanya dirayakan di Jinja (Kuil Shinto) dan juga dengan parade di sekitar omotesando. Yang pasti setiap badan pemerintah akan memasang bendera Hinomaru hari ini (dan pada setiap hari libur nasional).

Ada satu informasi yang saya lihat pada acara televisi beberapa waktu yang lalu, yaitu ada 3 jenis pusaka kaisar yang terus dijaga turun temurun. Tidak ada satu orang pun yang tahu isi sesungguhnya, tapi kotak pusaka itu ada dan dirawat terus. Ketiga jenis pusaka itu adalah pedang tsurugi 天叢雲剣 (あまのむらくものつるぎ), bandul pusaka magatama 八尺瓊勾玉 (やさかにのまがたま) cermin kagami 八咫鏡 (やたのかがみ).

Tuesday, January 29, 2019

Hari Daging (tanggal 29)

Pelajaran hari ini dari Imelda Sensei.

Hari Daging

Loh kok hari daging? Hari ini kan tanggal 29. 2 bisa dibaca dalam bahasa Jepang sebagai [ni] dan 9 bisa dibaca sebagai [ku] >> NIKU deh. Niku = daging.

Kalau teman-teman perhatian SETIAP BULAN tanggal 29 di supermarket atau di restoran-restoran yakiniku, biasanya ada penjualan daging murah. Niku no hi = hari daging.

Memang ditetapkan dari goroawase 語呂合わせ、yaitu permainan kata dari akronim yang berasal dari pembacaan angka bahasa Jepang. Tapi sebetulnya ini diputuskan oleh Komite Kebijakan Konsumer Daging Seluruh Negeri. Pada hari itu diharapkan toko daging dan restoran yang menjual daging (seperti restoran yakiniku) akan mempromosi atau membuat menu khusus.

Tapi ternyata ada beberapa hari lain yang berhubungan dengan daging, yaitu tanggal 9 Oktober yaitu untuk daging proses (asap dsb) jukusei niku 熟成肉  : 10月9日 dibaca じゅう dan く。 Tanggal 4 April untuk daging babi hutan いのしし 4月4日 dibaca (いの)し し。Tanggal 29 Oktober untuk daging ayam dalam negeri 国産とり肉の日 10月29日. Tanggal 29 November untuk hari Daging yang berkualitas tinggi. Awalnya untuk mempromosikan daging Miyazaki. 11月29日dibaca Ii niku いいにく.

Nah, sedikit pengetahuan tentang daging, pasti teman-teman sudah tahu nama daging yang blok ブロック atau katamari かたまり atau slice スライス/ usukiriうすきり, atau daging yang kotak-kotak saikoroサイコロ. Ada juga daging cincang hikinikuひき肉. Yang paling sering saya beli (karena murah hehehe) adalah kiriotoshi切り落とし atau komagire こま切れ. Keduanya merupakan daging yang dipotong tidak sama, (mungkin) kumpulan dari sisa-sisa potongan daging :D. Bedanya kalau komagire itu berasal dari beberapa bagian daging, sedangkan kalau kiriotoshi itu dari satu jenis bagian daging saja.

Satu lagi yang biasanya ditanyakan teman-teman dari Indonesia adalah, “Mel, Wagyu itu enak banget ya?”. Hmmm WAGYU? Coba deh cari di toko daging atau supermarket, apa ada yang ditulis 和牛?Pasti di kemasannya hanya ditulis Kokusan gyuniku国産牛肉. Karena sesungguhnya kata WAGYU hanya dipakai di luar negeri (tidak boleh dipakai di dalam negeri Jepang). Dan Wagyu itu merujuk pada mutu daging yang ditentukan oleh Jepang dari 4 jenis sapi yaitu : Sapi Hitam Jepang (黒毛和種 Kuroge washu), Sapi Cokelat Jepang (赤毛和種 Akage Washu), Sapi Tanpa Tanduk Jepang (無角和種 Mukaku Washu), dan Sapi Tanduk Pendek Jepang (日本短角和種Nihon Tankaku Washu). Sapi Jepang memang terkenal dengan shimofuri霜降り atau tekstur lemak seperti marmer. Jadi kalau ke 4 sapi ini bibitnya dibawa ke luar Jepang dan disilangkan dengan sapi lain, tetap BISA dinamakan WAGYU. Sehingga SEBETULNYA banyak sekali daging Wagyu yang dijual di luar negeri sebetulnya berasal dari Australia atau negara-negara lain selain Jepang.

Nah, kalau mau pasti makan sapi Jepang yang enak, silakan lihat asal dagingnya dan namanya, apakah itu dari Sendai (sekarang Sendai yang terbaik), atau dari Kobe, Saga, Yonezawa, Miyazaki atau Hida dll. Juga perlu melihat rankingnya. A, B atau C serta nilainya 1-2-3-4-5. Jadi yang terenak, terbagus adalah daging dengan ranking A-5.

Sebagai penutup cerita, suatu hari saya berdiskusi dengan sempai saya tentang seseorang yang suka pinjam duit. Kami berkesimpulan bahwa sedapat mungkin jangan sampai pinjam uang ke orang lain. Arbaito apa saja pasti bisa deh mengumpulkan uang. Tentu juga dengan mengubah gaya hidup.
Sempai :  “Ya sedapat mungkin sih jangan sampai kita mesti baito jual daging sih.....”
Imelda : “jual daging? Di toko daging gitu?
Sempai : “Ya ampun Melda.... kamu naif banget sih!”
Imelda: “Oalahhhhh, maksudnya jual daging ituuuuuu, yang biasa ada di Kent*cky Fried Chicken :D :D :D “

Wednesday, January 2, 2019

初夢mimpi pertama di tahun baru

Pelajaran hari ini dari Imelda Sensei.

Hatsu Yume 初夢

Hari kedua di tahun 2019!

Teman-teman bisa tidur enak? Mimpi apa semalam?

Orang Jepang mempunyai sebuah peribahasa “Satu: Gunung Fuji, Dua: Burung Elang, Tiga: Terong”. 一富士、二鷹、三なすび. Dipercaya jika bermimpi mengenai ketiga tema ini pada malam tahun baru (tanggal 1 dan 2) maka pasti akan ada kejadian yang bagus yang terjadi dalam tahun itu.

OK, saya mengerti jika Gunung Fuji menjadi tema mimpi. Bukan orang Jepang pun senang melihat keindahan gunung Fuji yang mistis, yang jika di Indonesia bentuknya mirip dengan gunung Merapi. Selain gunung Fuji adalah gunung tertinggi di Jepang, kata “Fuji” menyerupai kata BUJI yang artinya selamat (keselamatan).

Elang? Ya jika membayangi seekor Elang melayang tinggi, dapat dimengerti bahwa Elang mewakili pencapaian cita-cita. Jadi kehadiran gunung Fuji dan Elang dalam mimpi bisa dipahami. Tapi Terong? Mengapa harus ada terong? Memang di sini ada permainan kata dari bahasa Jepang, yaitu nasu, yang berarti terjadi atau terlaksana. Dan menurut saya, warna dari terong yang ungu itu juga melambangkan “keanggunan” dan “kemewahan”.

Selain “Mimpi Pertama” HATSUYUME 初夢, dalam rangkaian Tahun Baru orang Jepang juga mengenal :

“Sembahyang Pertama” HATSUMODE 初詣, saat ini orang Jepang akan pergi ke kuil Shinto untuk berdoa memohon perlindungan selama tahun yang baru. Untuk mereka yang memasuki Yakudoshi 厄年 (Tahun Sial) biasanya akan meminta kannushi 神主 untuk mendoakan supaya terhindar dari musibah/bahaya. Untuk tahun 2019 ini, bagi laki-laki yang masuk Tahun Sial adalah mereka yang lahir tahun 1978 (usia 42 tahun) dan untuk wanita adalah mereka yang lahir tahun 1987 (usia 33 tahun). Percaya tidak percaya, memang ada saatnya manusia akan mengalami kesialan beruntun dalam hidupnya, dan orang Jepang memercayai Yakudoshi seperti ini. Saya sendiri tidak percaya, tapi waktu flashback memang pada saat saya usia 33 tahun ini saya mengalami kesialan, pencuri masuk ke rumah dan mengambil uang dan perhiasanku. Tapi akhirnya saya juga bersyukur, bahwa hanya uang yang hilang, bukan mengalami kecelakaan karena persis sebelum kecurian itu aku melakukan perjalanan ke beberapa negara Eropa. (Orang Indonesia memang selalu berpikir “UNTUNG” dan ini aku banggakan!). Kemarin saya pergi ke Kuil Tenmangu dekat rumah mertua, dan membeli HAMAYA 破魔矢 (Panah mengusir kemalangan) untuk tahun 2019. Biasanya orang Jepang akan menaruh panah ini sebagai hiasan dinding.

“Matahari Pertama” HATSUHINODE 初日の出, Orang Jepang yang keluar rumah pada waktu Omisoka akan melanjutkan perjalanannya untuk melihat terbitnya matahari pertama. Saya belum pernah pergi melihat hatsuhinode tapi kemarin saya melihat hatsu hinoiri 初日の入り (kanjibuatansaya, sebetulnyatidakada) matahari tenggelam pertama :D

“Penjualan Pertama” HATSUURI 初売りyang biasanya dikaitkan dengan dan “Kantong Keberuntungan” FUKUBUKURO 福袋. Meskipun saya pernah berbelanja pada hari pertama tahun baru (tanggal 1), saya belum pernah membeli fukubukuro. Malas, karena belum tentu isinya bisa saya gunakan/saya sukai. Mending beli langsung apa yang dimau.

Dan terakhir, untuk murid SD/SMP Biasanya ada PR  yang pertama yaitu ”Tulisan Pertama” KAKIZOME 書初め. Tahun ini anak saya pindah sekolah, sehingga belum tahu kata apa yang menjadi KADAI (tugas) di sekolah barunya.

Pasti ada banyak Hatsu 初 dalam kehidupan kita, seperti HATSUMIMI 初耳 (baru dengar) , HATSUBUTAI 初舞台 (panggung pertama /debut), HATSUCHOSEN 初挑戦 (percobaan pertama), HATSUTAIKEN 初体験 (pengalaman pertama) dll ..... dan mesti diketahui juga bahwa kanji 初 ini bisa dibaca sebagai sho (onyomi) dan hajime, -so (kunyomi), jadi akan banyak sekali kata yang mengandung kanji 初 ini.

Segala sesuatu yang pertama jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan bagus, dipercaya akan membuat kehidupan selanjutnya akan menjadi bagus. Menjadi awal yang baik.

Tuesday, January 1, 2019

Selamat Tahun Baru 2019

Pelajaran hari ini dari Imelda Sensei.

Ozoni dan Osechi

Selamat Tahun Baru!

Di keluarga kami, Tahun baru biasanya kami awali dengan melakukan ritual upacara Tahun baru yaitu berdoa memohon perlindungan dewa-dewa Jepang dari Ise Jingu di depan Kamidana 神棚(altar Shinto) dengan memberikan sedikit sesajen berupa mochi (seharusnya ozouni お雑煮), omiki お神酒 (sake), dan wakamizu 若水(air pertama yang diambil pada hari gantan -元旦- hari tahun baru).  Caranya (Untuk berdoa di jinja pun sama): dua kali membungkuk, 2 kali tepuk tangan dan satu kali membungkuk. Kamidana selalu terletak di atas. Setelah itu mohon perlindungan leluhur di depan butsudan 仏壇 (altar Buddha) , dengan membakar okou 御香. Kalau di depan butsudan, menyalakan incense stick (Okou), memukul cawan besi sehingga mengeluarkan bunyi denting (seperti memanggil arwah), mengatupkan kedua tangan lalu membungkuk. Jadi kalau berdoa di kuil Buddha juga tidak ada tepuk tangan.

Setelah berterima kasih untuk Tuhannya orang Jepang dan hotokesama  仏様 (leluhur) untuk pemeliharaan sepanjang tahun yang lewat dan semoga kami bisa menjalani sepanjang tahun yang baru dengan sehat dan tanpa halangan. Setelah itu baru kami minum otoso お屠蘇, semacam sake dengan campuran ramuan dan dimasak, sehingga alkoholnya sudah hilang, hanya tinggal rasa manis pahit. Otoso ini merupakan perlambang supaya kami tetap sehat sepanjang tahun dan dijauhkan dari penyakit.

Makan pagi terdiri dari ozoni お雑煮 dan osechi おせち, makanan khas untuk Tahun Baru. Ozoni di setiap daerah dan keluarga juga berbeda-beda. Kalau saya biasanya masak dengan potongan ayam dan/atau udang dalam kaldu (saya pakai kaldu jadi) lalu masukkan potongan lobak, wortel, shiitake, irisan kamaboko dan sayurnya pete cina atau komatsu dan mitsuba. Bakar mochi dulu lalu masukkan dalam mangkuk sup, baru dimasukkan sup dengan ditata rapi. Ada yang suka memasukkan miso, tapi kalau kami lebih suka yang bening.

Untuk Osechi, biasanya ada beberapa yang saya buat sendiri, tapi tahun ini saya pesan yang sudah jadi saja. Biasanya Osechi ditata dalam kotak bertumpuk jubako 重箱 dan berisi antara lain :

Udang atau Lobster 海老 , dengan makan udang besar ini diharapkan panjang umur sampai bungkuk seperti udang.
Kurikinton 栗きんとん, rebusan chestnut dengan pasta ubi yang manis. Berwarna kuning terlihat seperti emas sebagai  tanda bersyukur (pesta). Rasanya manis, bisa dibayangkan seperti biji nangka, kue tradisional dari makassar.
Nimono 煮物 atau rebusan yang biasanya terdiri dari renkon (akar teratai), wortel, konnyaku (lidah setan), ubi taro (sato imo) yang bulat, jamur shiitake dan ayam. Direbus memakai dashi (kaldu ikan). Niimono ini melambangkan keharmonisan anggota keluarga.
Kamaboko かまぼこ atau saya terjemahkan menjadi bakso ikan. Biasanya terdiri dari warna merah (pink) dan putih.  Juga terbuat dari pasta ikan yang dikukus, tapi tanpa telur. Biasanya adonan ikan tersebut ditaruh di atas sebuah papan kecil lalu dibentuk setengah lingkaran. Tapi ada pula yang dibentuk bundar dengan teknik khusus yang menimbulkan huruf atau gambar jika dipotong. Bentuk setengah lingkaran ini seperti bentuk matahari terbit, sehingga bisa melambangkan “Matahari Pertama”.
Kazunoko 数の子, atau telur ikan nisshin. Kalau di keluarga kami biasanya digabung dengan edamame. Kazunoko melambangkan banyak anak yang dapat melanjutkan kejayaan keluarga.
Kuromame atau kacang hitam. Direbus dan diberi banyak gula sehingga manis, selain menimbulkan efek warna mengkilap. Melambangkan kesehatan anggota keluarga.
Datemaki 伊達巻, bentuknya seperti rool tart (bolu gulung), karena memang dia terbuat dari banyak telur dengan rasa asin manis karena memakai garam dan gula, tapi berbeda dengan telur dadar biasa, datemaki memakai parutan daging ikan/udang, lalu dipanggang di cetakan persegi, kemudian digulung. Biasanya orang Jepang juga tidak membuat sendiri, karena sulit untuk mendapatkan warna dan bentuk yang bagus. Makimono (benda yang digulung) melambangkan rajin, sedangkan date berarti elegan.
Nishiki Tamago 錦たまご, telur dua warna kuning dan putih.  Sebetulnya kata nishiki memang bisa ditulis dengan kanji yang berbeda, 二色 yang berarti dua warna dan 錦 yang berarti indah.
Kohaku Namasu 紅白なますyaitu irisan halus wortel dan daiko (lobak) yang menurutku mirip dengan acar kita. Warna merah dan putih memang warna “perayaan” yang sering dipakai di Jepang. Lagipula itu adalah warna bendera Jepang (dan bendera kita) bukan?

Biasanya ada juga buah plum kecil, dan chorogi (semacam acar dari china yang berbentuk seperti kepompong). Paduan warna hijau dan merah, membuat makanan osechi terlihat menarik.

Sekarang ada banyak varian osechi juga, ada yang makanan Chinese, atau eropa, atau bahkan yang isinya daging semua. Ada yang dilengkapi dengan kue-kue atau dessert lain.

Yang pasti sejarahnya osechi ini dimaksudkan untuk dimakan selama tiga hari awal tahun karena ibu-ibu tidak boleh bekerja di dapur. Kalau ibu-ibu masak dan Dewi Dapurnya marah :D Tapi saya yang pasti bosan makan osechi selama tiga hari! (sssttt rahasia ya... saya sebetulnya tidak begitu suka osechi ryouri nih :D karena kebanyakan rasanya manis sih... kan aku sudah manis :P tidak perlu tambah hihihi).

Selamat menikmati libur Tahun Baru ya.
Oh ya (dulu) selain tidak boleh masak, ibu-ibu juga tidak boleh cuci baju juga loh! Sedapat mungkin hindari menjemur baju sampai tanggal 3 ya .....

Monday, December 31, 2018

Penutup Tahun 2018

Pelajaran hari ini dari Imdelda Sensei.

O miso ka? Bukan! O Soba

Saya belum pernah makan osoba rasa miso! Teman-teman pernah? Paling-paling tahunya Kare-Soba カレーそば (bukan kare no soba loh :D – sebelahnya dia) yang sudah pasti saya tidak akan makan karena saya tidak suka kare. Atau Nisin-Soba にしんそば yang diatasnya diberi ikan Nisin (Makerel), selain yang teiban 定番 yang populer/umumnya Kitsune Soba dan Tanuki Soba. Tentu masih banyak jenis yang lain.

Hari ini hari terakhir di bulan Desember! Tanggal 31 Desember di Jepang disebut dengan OMISOKA 大晦日. Tapi sebetulnya ada juga nama lainnya yaitu Otsugomori. Tsugomori itu artinya bulan tertutup, tapi saya sendiri masih penasaran kenapa akhir tahun itu dinamakan Omisoka. Ternyata MISO 晦日 itu adalah sebutan hari-hari terakhir bulan Desember, dan tgl 31 itu yang “terbesar” sehingga disebut dengan Omisoka大晦日. Dan tgl 30 disebut Komisoka 小晦日. Selain itu tanggal 30 三十日 itu dahulu dibaca sebagai MISO bukan Sanjunichi. Setiap bulan ada akhirnya, ada MISO-nya, atau tepatnya AKHIR BULAN. Jadi meskipun tanggal 29 atau 31 yang terakhirpun, tetap disebut MISO.  Sekarang pun rupanya masih ada pemakaian tulisan 三十日 itu  sebagai Misoka, seperti Misokasoba 三十日蕎麦 dll.

Setelah selesai melakukan OSOJI 大掃除 pembersihan besar-besaran (aku dong belum selesai osojinya hehhe), warga Jepang mempersiapkan pernik-pernik tahun baru seperti Shimenawa注連縄、Matsukazari 松飾り(kalau di Tokyo biasanya dengan Kadomatsu 門松), Kagamimochi 鏡餅 dan lain-lain. Ada banyak do’s and don’ts-nya tapi akan terlalu panjang jika saya tulis di sini. Saya sendiri tidak pernah memasang hiasan-hiasan ini, karena selalu melewatkan tahun baru di rumah mertua.

Semua ini merupakan penyambutan untuk Toshigami 歳神様, Dewa tahun (baru). Sebutan yang umum adalah Toshigami, tapi bisa juga Toshitokujin 歳徳神atau Shogatsusama 正月様. Arah datangnya Dewa Tahun Baru ini berlainan setiap tahun, dan arah itu dinamakan Eho 恵方 (Ingat Ehomaki ya... yang dimakan pada waktu setsubun). Dan dipercaya bahwa Toshigami itu mendatangi rumah-rumah sehingga harus disambut di rumah dengan segala pernik-pernik itu. Bahkan sebelum 1891, keluarga-keluarga di Jepang TIDAK KELUAR rumah dan mengadakan HATSUMODE 初詣 ke kuil. Jadi kebiasaan ke kuil di Tahun Baru itu baru-baru saja loh.

Nah, di penghujung tahun merupakan kebiasaan orang Jepang untuk makan TOSHIKOSHI SOBA 年越しそば. Dilihat dari kanjinya, toshi wo kosu, melewati tahun, menutup tahun dan melangkah ke tahun yang baru. Dipilihnya soba sebagai hidangan menutup dan membuka tahun itu tidak lepas dari ciri soba yang mudah dicerna. Konon dahulu pembuat kerajinan emas, mengumpulkan serpihan emas dan memasukkannya dalam adonan soba. Sehingga dianggap soba bisa menaikkan “rejeki” di tahun yang akan datang. Atau soba itu mudah diputus waktu makan, sehingga dianggap bisa menghapus kemalangan/kedukaan segala yang buruk-buruk dari tahun yang akan ditutup, supaya tidak ikut di tahun yang baru. Atau karena soba itu panjang, diharapkan supaya bisa panjang umur (ini seperti mi ulang tahun ya). Dan yang paling “aneh” menurut saya, karena SOBA itu sama ucapannya dengan soba yang artinya di sebelah, jadi sambil makan soba berharap bisa terus berada di sebelahnya 末永くそばにいられますように ... (loh tadi bilang cepat putus, kok ini di sebelahnya terus hahaha)

Saya sendiri selalu menyiapkan soba untuk Toshikoshi tapi biasanya belum sempat makan sudah kenyang. Makan malam di keluarga kami pada Omisoka biasanya dimulai dari pukul 5 sore, makan sambil minum sake... mabuk... siapa yang mau buat sobanya? :D Tidak jarang sobanya menjadi Oshogatsu soba! Dimakan pada siang hari tanggal 1. Nah memang waktu makan soba itu kapan, menjadi polemik di keluarga kami. Dan setelah saya cari info, ternyata memang tidak ada keharusan dimakan kapannya. Pokoknya setelah jam 12 siang tgl 31 gitchu... Ada yang dimakan sebagai makan malam sambil menonton kohaku uta gassen紅白歌合戦, ada yang sebelum pergi “old and new” di luar, ada pula yang makan setelah jam 11 malam. Saya sendiri sih inginnya makan setelah jam 11 malam, supaya afdol bisa TOSHI WO KOSU melewati tahun sesungguhnya. Konon Joya no kane 除夜の鐘、bunyi lonceng sebanyak 108 kali dari kuil-kuil itu juga mulai terdengar sejak pukul 11 malam, jadi bisa makan soba sambil mendengar Joya no kane. Teman-teman yang bisa mendengar lonceng kuil itu harap hitung ya! Konon kalau bisa mendengar semua 108 dentang lonceng kuil maka dia akan beruntung loh! 108 kali itu melambangkan 108 dosa manusia (Aku sebenarnya jadi penasaran 108 dosa itu apa saja sih? Setelah susah payah baca kanji sejumlah 108 dan belum semua terbaca karena kanji kuno, nomor satu adalah “Rakus” dan nomor dua “Marah” dst dst)

Omisoka 大晦日 (31 Des) – Toshikoshi 年越し (00:00) – Gantan 元旦 (1 Jan)

Selamat menyambut tahun 2019, Heisei 31 平成31 (yang hanya akan berlangsung 4 bulan)  dan menutup tahun 2018

Saat seperti ini yang paling tepat menyebutkan “Yoi Otoshi wo” よいお年を yang merupakan singkatan dari “Yoi Otoshi wo Omukaekudasai” よいお年をお迎えください。Selamat menyambut tahun yang baik!