Tuesday, June 5, 2018

Pelangi Hari

Hidup itu seperti pelangi  Ada bermacam warna Indah diantara awan.
Begitu juga kehidupan  Ada tangis Dan Ada tawa
Ada sedih Dan Ada kebahagian.
Bersyukur lah Yg engkau Miliki bukan yang engkau mau, maka kebahagi terasa bila Yg kau miliki bisa terjaga Dan terpelihara.
Semangat selalu.

Tetap Semangat ya頑張ってね

“ Bila kau tak sanggup terbang, berlarilah
Bila kau tak sanggup berlari, berjalanlah
Bila kau tak sanggup berjalan, merangkaklah
Tapi pastikan apapun yang kau lakukan
Kau selalu bergerak maju.”
~Martin Luther King, Jr.

Saturday, June 2, 2018

1 Juni 2018

Merupakan tanggal bersejarah bagi saya, karena pertama kali meminum obat yang diberikan dokter untuk membersihkan rahim pasca keguguran. Setelah saya minum 4, tidak ada sesuatu yang keluar, tetapi setelah saya meminum 8 perut saya merasakan sangat mules, kram, mual, pusing, lemas, diare. 3 jam kemudian perut ini berasa seperti melahirkan, keluar darah kental, darah beku dan teman temannya. Innalilahi wa inna ilihi rjiun. Semoga Allah memberikan rejeki nak kembali untuk hamba. Aamiin.

Pelajaran Bulan Juni 2018

Saya hari ini.dapat pelajaran dari Imelda sensei mengenai aoi shingo (lampu hijau).

BIRU atau HIJAU sih?

Saya tidak tahu apakah teman-teman pernah mengalaminya. Awal datang ke Jepang (bahkan kadang sekarangpun) saya selalu berkata: “Pah, jalan... sudah MIDORI loh”. Dan dibetulkan suami saya, AO SHINGO (Lampu hijau) bukan MIDORI SHINGO.
Looooh... waktu belajar bahasa Jepang katanya AO itu BIRU. Itu jelas-jelas hijau kok bukan biru. Pigimana sih orang Jepang? :D :D :D

Tapi setelah saya kumpulkan nama barang-barang seperti:
青りんごAORINGO (apel hijau)
青虫AOMUSHI (ulat hijau) jadi ingat buku bergambar はらぺこあおむし
青菜AONA / Seisai (sayur hijau)
青葉AOBA(daun muda/baru) ini beneran daun muda, bukan yang kiasan loh :v
青梅(A)OUME (ume yang hijau) sekarang lagi banyak dijual loh
青田AOTA(sawah yang masih hijau)
青草AOKUSA (rumput hijau)
青汁AOJIRU (jamu yang hijau)
青唐辛子AOTOGARASHI (cabe hijau) selalu dicari ibu rt

Nah loh, semua berwarna hijau tapi dikatakan AO! Mengapa?

Kembali soal AOSHINGO, sebetulnya dahulu waktu pertama kali diperkenalkan pada tahun 1930 (di perempatan Hibiya), dalam peraturan lalin ditulis sebagai 緑信号 (midori shingo). TAPI kemudian karena wartawan salah menulis menjadi 青信号(aoshingo) , dan kemudian menyebar. Yang salah menjadi benar, sehingga akhirnya dalam peraturan lalin sesudah itu ditulis menjadi 青信号.

Tapi kenapa kesalahan itu menjadi benar? Apakah orang Jepang tidak merasa aneh memakai aoshingo padahal jelas-jelas midori? Konon diperkirakan karena orang Jepang terbiasa menyebutkan 青菜(aona atau seisai) atau bahkan sebagai kata sifat, “青々とした緑 aoaotoshitamidori” untuk kondisi daun hijau yang baru tumbuh (musim semi), jadi waktu dikatakan AOSHINGO, kata itu bisa langsung melebur dan dipakai tanpa ada rasa ragu lagi. Selain alasan itu, memang warna lampu hijau di Jepang itu kalau melihat pada chart warna maka warna lampu hijau di Jepang paling mendekati warna biru.

Sepertinya memang karena orang Jepang sering menyebutkan Aona, atau aoaotoshita midori 青々とした緑, jadi tidak risih memakai kata Aoshingo. Tapi masalah belum selesai! Kenapa juga pakai AONA bukan MidoriNa kan? Menurtu sejarahnya, warna awal di Jepang ada 4 yaitu Hitam 黒、Merah 赤, Putih 白 dan AO 青 warna-warna yang bisa ditambahkan kata (i) い di belakangnya. Dan AO ini memang mencakup warna hijau dan biru yang kita kenal sekarang. Ini bisa dilihat dari karya puisi WAKA 和歌yang terdapat dalam MANYOSHU 万葉集 tentang penggunakan kata ao untuk biru juga dan hijau juga. Jadi kata ao sudah ada sejak sebelum Manyoshu diciptakan (abad 7).

Pembedaan kata midori 緑 dan ao 青 sendiri baru muncul sekitar tahun 1100 (akhir jaman Heian-Kamakura) karena masyarakat Jepang mulai merasakan perbedaan antara warna biru dan hijau dan perlu menyampaikannya. Jadi di sini kata kuncinya, penamaan warna itu ada karena si penutur menginginkan dan akhirnya menyebar.

Sebetulnya dalam 30 tahun terakhir ada beberapa warna “baru” yang timbul dalam bahasa Jepang. Seperti “水色MIZUIRO”  (harafiahnya: warna air) untuk merujuk warna biru muda. Padahal kita tahu kan air tidak berwarna. Lalu warna “草色Kusairo“untuk warna rumput. Lalu ada juga penamaan 肌色 (warna kulit) atau yang aku suka sebut sebagai beige dan sekarang sudah dihapus karena tidak semua orang kulit berwarna demikian (kata-kata diskriminasi 差別用語). Awalnya kata-kata ini tidak ada, tapi karena populer di masyarakat kemudian timbul penamaan baru ini. Kalau begitu jika semua orang mengatakan “MIDORI SHINGO” mungkin saja 20 tahun kemudian AOSHINGO hilang dan digantikan Midori shingo kan? Tapi dari segi kepraktisan tentu saja lebih cepat mengatakan AOSHINGO daripada Midori shingo. Puanjang yaaaa :D


Tuesday, May 29, 2018

Innalilahi wa inna ilaihi rojiun

28 Mei 2018 tanganmu melambai lambai.
Mengucapkan sayounara.
Semoga bertemu kembali segera ya nak.
gundah gulana melepas kepergianmu nak.

Wednesday, May 2, 2018

Hari anak-anak 5 Mei 2018

Saya baru dapat pelajaran baru dari Imelda sensei mengenai こどもの日 atau hari anak-anak.

HARI ANAK こどもの日

(Sengaja saya posting beberapa hari sebelumnya supaya bisa mempersiapkan bagi yang mempunyai anak laki-laki).

Tanggal 5 Mei adalah hari khusus untuk anak laki-laki, yang berasal dari perhitungan kalender China Kuno yang disebut dengan sekku 節句. Hari libur ini merupakan serangkaian hari libur di akhir April dan awal Mei yang disebut Golden Week (Minggu Emas) di Jepang. Berdasarkan hukum,  Hari Anak-anak diperingati sejak tahun 1948 dan ditetapkan dengan undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō祝日法) untuk “menghormati kepribadian anak, merencanakan kebahagiaan anak sambil berterima kasih kepada ibu.”

Kira-kira sebulan sebelum hari ini, di tiap rumah yang mempunyai anak laki-laki akan menghias rumahnya dengan bendera berbentuk ikan koi, yang disebut Koi Nobori鯉のぼり. Semakin kaya keluarga itu, semakin besar dan bagus bendera yang dipasang. Karena kami tinggal di mansion (apartemen) jadi tidak memasang bendera seperti itu (sekalipun saya tahu ada 2-3 keluarga yang memasang di teras rumahnya). Dan biasanya kakek-nenek lebih antusias merayakan upacara anak laki-laki ini dibanding dengan keluarga muda sekarang.

Koinobori ini adalah perlambang atau simbol hari anak laki-laki.  Pernahkah teman-teman bertanya-tanya mengapa bendera ikan Koi yang dipakai sebagai lambang hari anak-anak ini? Mengapa bukan layang-layang berbentuk naga atau mungkin samurai? Mengapa ikan KOI? mengapa bukan ikan-ikan yang lain, misalnya hiu atau salmon? :D

Setelah saya cari ternyata Koi merupakan ikan yang tangguh dan bisa hidup di mana-mana, kolam maupun genangan air berlumpur. Dahulu ada air terjun di China yang arusnya bergitu kencang. Konon jika ada ikan yang berhasil melawan arus dan sampai di puncaknya akan berubah menjadi naga. Dan satu-satunya ikan yang berhasil melawan arus dan sampai ke puncaknya hanya seekor Koi. Dia kemudian berubah menjadi naga.

Jadi Koi dipilih sebagai simbol hari anak-anak juga dimaksudkan supaya anak-anak laki-laki dapat TETAP TANGGUH  melawan kehidupan yang keras dan maju terus. Tapi kalau lihat dari sejarahnya, sebetulnya koinobori baru dipakai pada jaman Tokugawa di kalangan rakyat biasa. Dulunya peringatan hari anak-anak untuk kalangan samurai dipakai bendera dengan lambang keluarga atau umbul-umbul. Nah, kalangan rakyat biasa yang tidak mempunyai lambang keluarga kemudian memakai simbol Koi sebagai bendera sebagai “saingannya” kaum samurai. Awalnya bendera Koi ini terbuat dari kertas Jepang, dan baru pada tahun 1955 memakai bendera dari kain sintetis.

Nah, lalu ada pertanyaan lagi dari seorang teman: “ikan koi tahan ya Mbak di musim dingin..?apa kolamnya pakai’ heater?”..
Tentu saja ikan Koi tahan dingin, karena asal mereka memang dari negara 4 musim dan di alam tidak ada heater bukan? Ikan Koi yang terkenal di Jepang dari jenis Nishikigoi錦鯉, berasal dari daerah Niigata. Daerah yang terkenal sebagai “Negara Salju” Yukiguni. Tidak mungkin ikan Koi ini satu per satu dipindahkan ke kolam berheater kan? :D Lagi pula meskipun permukaan kolam membeku, air di dalam kolam tidak akan membeku, atau tidak semua tempat airnya membeku (seperti yang dialiri air terjun pasti tidak membeku). Karena tahan dingin ini juga mungkin ikan Koi terkenal dengan kekuatannya. Jadilah dia koinobori, simbol bagi pertumbuhan dan perkembangan anak laki-laki menjadi manusia yang tangguh dan kuat.

Jaman dahulu, untuk merayakan hari anak laki-laki ini, keluarga akan membelikan replika baju samurai yoroi鎧, topi/helm samurai kabuto 兜, dan sebagai tambahan patung anak laki-laki kuat dalam dongeng Kintaro. Semakin besar, semakin lengkap menunjukkan kekayaan keluarga itu. Dan  memang harga satu set perlengkapan ini tidak main-main loh. Satu kabuto helm samurai saja, saya lihat berlabelkan harga 250.000 yen di sebuah departemen store terkenal. Baru kabuto, belum yoroi (yang biasanya jarang dipunyai). Tapi sekarang karena keluarga muda banyak yang tinggal di apartemen, tidak ada tempat untuk meletakkan perhiasan seperti itu, sehingga semakin kecil semakin bagus (meskipun harganya belum tentu semakin murah hehehe).

Nah untuk makanan, pada hari Anak ini biasanya disediakan Kashiwa mochi 柏餅. Mochinya sebetulnya biasa saja, ada yang putih, merah muda, hijau (yomogi) dengan isi pasta kacang merah. Tapi istimewanya mochi yang dibungkus dengan daun Kashiwa, yang bentuknya khas, dan daunnya biasanya tidak dimakan.

Mengapa harus dibungkus dengan daun Kashiwa (Daimyo Oak)? Sebetulnya ini juga perlambang, karena daun Kashiwa itu terkenal tidak rontok di musim gugur. Biasanya pohon merontokkan daun di musim gugur, kemudian di musim semi daun baru tumbuh. Tapi khusus Kashiwa daun tua akan terus menempel pada batang pohon sampai daun baru tumbuh. Ada waktu daun lama dan baru tumbuh bersama, dan itu diharapkan terjadi juga pada laki-laki. Supaya tidak mati sebelum anaknya cukup besar. Atau sebagai pengertian lain, BISA MENYIAPKAN GENERASI PENERUS DULU SEBELUM LENGSER. Karena itu di halaman rumah Bushi (kaum samurai) 武士 pasti ditanam pohon Kashiwa ini. Jadi kashiwa mochi juga perlambang harapan kepada anak laki-laki agar tetap kuat dan umur panjang.

Terakhir, pada hari anak ini, biasanya setiap keluarga akan menyediakan Shobu yu 菖蒲湯, dengan menaruh batang shobu pada air panas di bak ofuro, katanya supaya anak lelaki menjadi kuat.  Karena malas menyediakan di rumah, biasanya saya suruh anak-anak saya pergi dengan papanya ke sento 銭湯 pemandian umum dekat rumah, karena disediakan shobu yu di sana. Untuk anak laki-laki biasanya ada potongan harga khusus di hari anak-anak. Sayang saya tidak bisa pergi bersama dan masuk ke tempat mandi bersama untuk memotretnya :D nanti diguyur sama kakek-kakek sekolam (eh atau mereka senang malah ya? Hahaha ... tapi kalau gajah ini masuk pasti air kolamnya jadi tinggal sedikit deh :D)

Sudah pernah ke sento? Saya belum pernah, tapi sering ke onsen dan suka, asal perginya dengan nenek-nenek :D (biar ngga saingan body gitchuuu

Thursday, April 19, 2018

Hari Pasaran atau Weton dalam budaya Jepang

Hari ini saya dapat ilmu dari Imelda sensei mengenai 日本の暦 /こよみ wetonnya atau penanggalan orang Jepang.

Kali ini saya mau menulis tentang Hari Pasar. Mereka yang bersuku Jawa tentu tahu Hari Pasar (Weton) yang terdiri dari Manis (Legi), Pahing, Pon, Wage dan Kliwon. Ada lima hari yang katanya sih punya arti masing-masing. Tapi kali ini saya tidak akan menyinggung hari Pasar nya orang Javanese :D  tapi mengenai “Hari Pasar”nya Japanese :D

Selain Hari biasa yang disebut Getsuyoubi 月曜日(Senin), Kayoubi 火曜日(Selasa), Suiyoubi 水曜日(Rabu), Mokuyoubi 木曜日(Kamis), Kinyoubi 金曜日(Jumat), Doyoubi 土曜日(Sabtu), Nichiyoubi 日曜日 (Minggu). Di bagian bawah penanggalan Jepang biasanya tercantum tulisan “Hari Pasar” nya Jepang.

“Hari Pasar” Jepang disebut dengan Rokki 六輝 atau Rokuyou 六曜 (Enam Hari) . Dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Senshou 先勝 (bisa juga dibaca senkachi, sakigachi, sakigachi). Dilihat dari kanjinya saja sudah bisa diketahui bahwa siapa cepat dia menang. “Nasib baik jika melakukan pada pagi hari, sedangkan kalau dari jam 2 sampai jam 6 akan mengalami kesialan”.
2. Tomobiki 友引. Dilihat kanjinya secara harafiah adalah menarik teman. Tapi bukan dalam arti yang baik. Terutama dalam kemalangan. Jadi biasanya upacara pemakaman tidak dilakukan pada hari Tomobiki ini. Selain tentang pemakaman dikatakan bahwa pada hari ini, pagi hari beruntung, siang sial, sore untung besar. Mungkin ini diperhatikan oleh mereka yang berdagang ya, jadi jualan pagi-pagi aja lalu istirahat tidur siang baru jualan lagi sorenya :D
3. Senbu 先負 (bisa dibaca senpu, senmake, sakimake) .  Dilihat dari kanjinya berarti yang duluan kalah. Karena itu sering dikatakan “Tidak baik dilakukan pagi hari, tapi bagus dilakukan pada siang hari”.
4. Butsumetsu 仏滅. Dalam 6 hari butsumetsu merupakan hari tersial. Ada anggapan bahwa Sang Buddha meninggal di hari ini. Sehingga disarankan mengurangi kegiatan di hari ini, kalau sakit akan berlarut-larut, tetapi boleh mengadakan upacara agama Buddha seperti peringatan kematian dll. Karena dianggap hari sial, sedikit sekali orang yang mau mengadakan pesta pernikahan di hari ini. Tapi pihak penyelenggara hotel biasanya menyediakan potongan harga yang besar bagi yang “nekad” mau mengadakan pesta. Tinggal pengantinnya mau ikut anggapan umum, atau cuma mau cari murah.
5. Taian 大安. Merupakan hari paling bagus dalam 6 hari, tidak mungkin gagal jika melakukan pada hari ini. Sehingga banyak pesta pernikahan dilakukan pada hari ini. Demikian pula dengan peresmian pembetukan kabinet.
6. Shakkou 赤口 (bisa juga disebut shakku, jakku, jakkou) . Merupakan hari sial juga, konon “bagus” nya hanya dari jam 11 sampai jam 1 siang. Karena memakai huruf berarti merah 赤, harus berhati-hati waktu memakai api dan pedang, karena berkaitan dengan kematian.
(Sumber dari wikipedia Jepang.)

BTW Saya lahir hari Jum'at pahing.