Wednesday, November 14, 2018

Manfaat Kopi Luwak bagi Kesehatan dan Kecantikan

Inilah minuman termahal di dunia, “Kopi Luwak”! Guiness book of Records mencatat, di Amerika harga kopi Luwak perkilogramnya mencapai Rp. 10 juta, lebih fantastis lagi di outlet DSTRKT Picadilly London, di sini harga secangkir kopi Luwak senilai Rp 1 juta.


Kopi Luwak sendiri pada awalnya, di Eropa dan Amerika awalnya dianggap hoax dan yang dijual di pasaran hanyalah produk kopi luwak palsu, sehingga hampir semua penduduk Eropa dan Amerika menganggap kopi Luwak itu tidak pernah ada. Baru ketika pada tahun 2010, Oprah Wimfrey dalam talk shownya mendemonstrasikan kopi Luwak, mereka percaya bahwa kopi Luwak memang benar-benar ada, dan sejak saat itu kopi Luwak menjadi booming dengan permintaan yang semakin meningkat.


Asal Muasal Kopi Luwak


Penyebab harga kopi luwak ini begitu mahal yakni pada pada era “Cultur stelsel” atau Tanam Paksa di tahun 1830 – 1870, Belanda melarang buruh kebun memetik dan mengolah kopi yang diambil dari pohonnya. Akibat dari larangan tersebut, buruh kebun yang ingin menikmati rasa kopi, hanya bisa memunguti dan mengumpulkan biji kopi yang terbungkus kotoran luwak. Di kemudian hari penjajah Belanda mengetahui bahwa rasa kopi yang diambil dari kotoran Luwak ternyata jauh lebih lezat dibanding kopi yang dipetik langsung dari pohonnya. Sehingga penjajah kemudian memerintahkan kaum buruh untuk mengumpulkan kopi Luwak dan menjualnya dengan harga special sebagai kopi premium.


Tidak hanya cita rasanya saja yang istimewa, manfaat kopi Luwak dibandingkan dengan kopi biasa adalah khasiatnya yang berlimpah, baik untuk kesehatan maupun untuk kecantikan. Berikut ulasan selengkapnya !


Manfaat Kopi Luwak untuk Kesehatan


Berbagai macam manfaat atau khasiat dari kopi Luwak bagi kesehatan tubuh adalah:


1. Memproteksi Mulut dan Gigi


Kandungan kafein pada kopi Luwak dapat memberikan perlindungan terhadap mulut dan gigi, karena mengandung anti bakteri dan anti lengket yang dapat mencegah bakteri penyebab gigi berlubang. Selain itu, senyawa yang terdapat pada kopi Luwak juga berkhasiat menghambat pertumbuhan sel kanker serta kerusakan pada DNA.


2. Melindungi Kulit


Tidak hanya manfaat vitamin E yang mampu menjaga kesehatan kulit, namun kopi luwak bisa mengurangi resiko terserang penyakit kanker kulit akan sampai dengan 17%. Jika rutin mengkonsumsi kopi Luwak dua cangkir sehari.


3. Mencegah Kanker Payudara


The Journal of Nutrition, pernah mempublikasikan hasil sebuah penelitian yang menyatakan bahwa risiko kanker payudara utamanya bagi mereka yang telah memasuki masa menopause dapat dicegah dengan rutin minum 4 gelas kopi luwak dalam sehari.


4. Mencegah Penyakit Syaraf dan Parkinson


Penyakit syaraf (Alzheimer) dan Parkinson dapat dicegah dengan rutin mengkonsumsi manfaat kopi luwak, karena manfaat antioksidan yang dimilikinya dapat mencegah rusaknya sel yang terkait dengan penyakit Parkinson, sedangkan kafeinnya dapat mengurangi peradangan pada otak yang menjadi penyebab penyakit Alzheimer.


5. Mencegah Diabetes


Diabetes yang juga kerap disebut penyakit yang tidak ada obatnya, dapat dicegah sedini mungkin dengan mengkonsumsi kopi luwak 2 sampai  4 gelas sehari. Namun hindari dengan penambahan gula di dalamnya.


6. Mencegah Batu Empedu


Zat anti lengket pada kafein yang terkandung dalam manfaat kopi luwak dapat meluruhkan kristal-kristal kolesterol yang mengendap di dalam empedu, sehingga  dengan meminum 2 sampai 3 gelas kopi luwak dalam sehari dapat mencegah menumpuknya batu empedu.


7. Meningkatkan Stamina Tubuh


Kopi luwak dapat merangsang sistem pembuluh darah dan merangsang hormin adrenalin. Hal ini bermanfaat untuk membantu metabolisme tubuh dan membuat tubuh terasa lebih bertenaga.


Manfaat Kopi Luwak Untuk Kecantikan


Selain berkhasiat untuk kesehatan tubuh, kopi Luwak juga bermanfaat untuk kecantikan, karena mengandung :


alkaloid


asam organik


asam buah


potassium


lemak


mineral


magnesium


besi


serta asam linoleat


Kandungan-kandungan tersebut yang sangat bermanfaat untuk merawat kecantikan kulit. Untuk mendapatkan manfaat kopi luwak bagi kecantikan ini, dapat dilakukan dengan cara:


1. Menyegarkan kulit wajah– Buat es batu dari segelas kopi luwak tanpa campuran gula dan oleskan potongan es batu tersebut pada permukaan wajah sebagai pengganti lotion.


2. Mengencangkan kulit – Gunakan lotion dari kopi luwak, dengan cara menyeka permukaan wajah menggunakan kapas yang sebelumnya telah dibasahi dengan larutan kopi yang diseduh tanpa gula.


3. Mencegah Kerutan pada kulit wajah – Buat masker dari campuran kopi Luwak dengan satu sendok tepung gandum dan kuning telur yang diaduk hingga kental. Tempelkan masker tersebut pada permukaan kulit wajah dan biarkan selama 15 menit sebelum dibilas. Lakukan secara rutin seminggu dua kali untuk hasil yang maksimal.


4. Menghilangkan selulit – Balurkan bubuk kopi di bagian tubuh yang terkena sesulit, bungkus bagian tersebut dengan plastik dan mendiamkannya selama 15 – 20 menit, baru kemudian dibilas menggunakan air hangat.


5. Menghitamkan rambut – Siapkan 1 sendok bubuk kopi luwak yang dicampur dengan minyak sayur, 2 butir kuning telor dan 1 sendok rum, ditambah air hangat 2 sendok dan aduk rata. Oleskan ramuan tersebut pada rambut, biarkan selama 5 menit, dan bilas menggunakan air hangat.



Produksi Kopi Luwak di Indonesia dan Asia

Kopi Luwak memiliki rasa sempurna dengan aroma istimewa disebabkan karena proses pengolahannya yang alami, yakni dengan memanfaatkan hewan luwak yang hidup liar di areal perkebunan kopi. Dengan nalurinya, hewan ini akan memilih dan memakan biji kopi yang paling matang, sehingga kemungkinan menelan biji kopi yang masih mentah hanya sekitar 1%.

Kopi terpilih tersebut selanjutnya akan difermentasi secara sempurna di dalam sistem pencernaan luwak selama 8 – 12 jam dan dikeluarkan melalui feses. Kotoran yang bercampur dengan biji kopi yang dikeluarkan Luwak itulah yang kemudian dikumpulkan serta diolah dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

Kotoran luwak yang bercampur dengan biji kopi dipisahkan untuk dipilih biji-biji kopinya yang tidak bisa dihancurkan oleh system pencernaan Luwak. Biji-biji kopi tersebut kemudian dijemur di bawah terik sinar matahari hingga kadar air yang tersisa tinggal 20% –  25%.


Biji kopi yang telah kering tersebut selanjutnya dibuang kulit arinya, dan cara memisahkan biji kopi dengan kulit ari dilakukan dengan memakai mesin tumbuk.


Untuk mendapatkan biji kopi yang utuh dan bersih, dilakukan proses penyortiran.


Setelah disortir, biji kopi dijemur untuk yang kedua kalinya hingga kadar air yang tersisa mencapai kurang dari 16%.


Selanjutnya dilakukan pencucian sampai benar-benar bersih.


Usai dicuci, biji kopi dijemur untuk yang ketiga kali hingga kadar airnya tersisa sekitar 10% – 11%.


Tahap berikutnya adalah menyangraian atau menggoreng biji kopi dengan cara dimasukkan ke dalam oven.


Biji kopi Luwak yang telah digoreng kemudian dijadikan bubuk dengan memasukkannya ke dalam mesin penggiling.


Biji kopi yang telah menjadi bubuk selanjutnya didinginkan, sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam kemasan dengan menggunakan packing yang steril, agar bubuk kopi Luwak dapat tetap fresh sampai dengan satu tahun.


Dengan melalui proses yang panjang itulah kopi Luwak diolah, sehingga diperoleh hasil yang sempurna sebagai minuman yang memiliki aroma dan cita rasa istimewa, sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan dan kecantikan.

Di Indonesia, penghasil kopi Luwak terbesar dengan kualitas yang terbaik adalah di Lampung. Areal perkebunan kopi di Lampung yang luasnya sekitar 59.357 hektar sangat memungkinkan untuk bisa memproduksi kopi luwak dalam jumlah besar. Selain itu, daerah lainnya yang juga penghasil kopi Luwak adalah Gayo Aceh, Padang Lawas Sumatera Barat, Pagalaram, Semende, Jawa Barat, serta Jawa Timur.

Di Jawa Timur, tepatnya di Jember dan Situbondo, mulai dicoba budidaya kopi Luwak dengan cara menangkar luwak serta melepasnya di areal perkebunan kopi. Meski hasilnya masih belum terlihat secara signifikan, namun sudah dapat dirasakan dengan volume produksi yang setiap tahunnya semakin meningkat.

Mahalnya kopi Luwak disebabkan karena kapasitas produksi kopi istimewa ini sangat terbatas. Dalam setahun, kapasitas produksinya diperkirakan hanya 500 kg, itupun total produksi dari Negara-negara di seluruh dunia yang didominasi Negara-negara di Asia Tenggara, diantaranya adalah Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Indonesia. Total kapasitas produksi yang hanya 500 kg pertahun tersebut, sebanyak 200 kg dipasok dari Indonesia.

コピルアックの歴史

コピ・ルアックは、なぜインドネシアで生まれたのか?



今ではコーヒーで有名なインドネシアですが、


元々インドネシアにコーヒーは存在しませんでした。


オランダ人が300年ほど前、コーヒー豆を持ち込んだところから


栽培が始まりました。

オランダの植民地時代、コーヒープランテーションで
地元農民たちは、輸出用のコーヒー栽培に従事させられるだけで、
自分達が飲むことは禁止されていたそうです。



地元農民はそんな厳しい状況の中、
手の届かないコーヒーというものを


なんとか飲んでみたいという思いから、
仕方なく森でジャコウネコの糞に残っていた未消化の豆。


を拾い集めて、キレイに洗って飲んでみた、


これがルアックコーヒーの起源だそうです。


植民地支配の時代、搾取されることがなかったならば、
最高級品といわれるコピ・ルアックは発見されなかったでしょう。


これからコピ・ルアックを飲む機会が何度かあると思います。
そのたびに、この起源(大変な植民地支配の時代があったこと)


を思い浮かべながら、まずは洗うところから始まる製法も脳裏をよぎりつつ、
ちょっと複雑な気分で、ルアックコーヒーを頂くことになりそうです。

Friday, October 5, 2018

Drama Jepang

Salah satu yang membuat saya suka Jepang adalah Drama Jepang, atau bisa juga disebut sinetron. Uniknya, drama Jepang ini dibandingkan dengan drama Indonesia atau sinetron indonesia adalah jumlah serinya yang sedikit, biasanya sekitar 10-12 seri saja dan biasanya satu serial drama Jepang habis ditayangkan dalam satu musim saja, misalnya untuk drama musim gugur ditayangkan dari bulan Oktober sampai bulan Desember. Karena ceritanya pendek, jadi penontonpun tidak terlalu berlarut-larut terlalu lama menunggu akhir ceritanya.

Cerita yang diambil untuk dijadikan dramapun beragam, dari mulai cerita komik percintaan abg, kisah percintaan dewasa, cerita pekerja, ada juga yang diambil dari novel bahkan ada juga yang diambil dari cerita non fiksi atau sejarah.

Berikut adalah rekomendasi dari saya sekilas mengenai beberapa judul drama Jepang beserta nama stasiun televisi yang menayangkannya.

ー天皇の料理番tbs
ーマーさんnhk
ー半分青い nhk
ー義母と娘ブルーズ tbs
ー君は私の運命  nitere
ー偽装結婚 nitere
ーカホコのかほこ nitere
ー陸王tbs
ーライフtbs
ークラゲ姫 fujiterebi
ーDoctor X 朝日tv
ーボディガード
ー家族の形

Tuesday, September 25, 2018

Aki Higan

Ambilkan Bulan Bu......

Sudah melongok ke angkasa kemarin malam dan hari ini?
Tanggal 23 September kemarin adalah Aki Higan 秋彼岸, bahasa Inggrisnya Equinox Day. Saya sudah pernah menulis tentang Haru Higan dan isinya kurang lebih sama. Yaitu kebiasaan nyekar ke makam dan makan ohagi. Yang belum pergi ke makam masih bisa sampai hari Rabu nanti (26 September) kok, karena memang Higan itu dimulai 3 hari sebelum hari Higan dan berakhir 3 hari sesudahnya. Biasanya kalau pergi nyekar pas pada hari Higan, jalanan akan macet dan bunga akan mahal (hhihihi kok seperti di negara kita ya? Eh tapi ini kalau beli di dalam kuilnya kok).

Bertepatan dengan AkiHigan, biasanya juga ada yang disebut dengan Tsukimi 月見, harafiahnya “melihat bulan”. Tentu bukan melihat burger dengan telur ceploknya Mac Donald, tapi memang dipakai sebagai waktu untuk menikmati bulan yang memang cantik di musim gugur ini. Malam ini kebetulan juga (terlihat) sebagai bulan purnama (ternyata tidak selalu Tsukimi pas bulan purnama, bisa kurang dikit, atau lebih dikit). Sebetulnya purnamanya baru besok tuh katanya :D

Nama kerennya 中秋の名月(ちゅうしゅうのめいげつ) Chushunomeigetsu, atau yang diingriskan sebagai Mid-Autumn. Kalau di Cina, Singapore, Taiwan banyak yang makan Moon Cake, tapi di Jepang biasanya makan Tsukimi Dango (bukan Tsukimi Burger ya hehehe). Sambil menikmati keindahan bulan, makan dango dan minum teh hijau (atau sake :D ).

Chushunomeigetsu ini juga disebut Malam ke 15 十五夜. Nah loh, 15nya dapat dari mana ya? Menurut penanggalan kuno, sebetulnya yang disebut musim gugur itu dari bulan Juli sampai September. Pertengahan musim gugur itu jadinya bulan Agustus, tepatnya tanggal 15 Agustus. Tapi penanggalan sekarang kira-kira terlambat 1 bulan, sehingga yang dinamanya 十五夜 itu adalah pertengahan September, waktu bulan purnama.  Tapi ternyata dari survei selama ini, kesempatan kita melihat bulan jelas dan indah itu hanya 67%-an saja. Karena biasanya pada hari ke 15 十五夜 itu hujan. Karena garis curah hujan biasanya berada di atas kepualauan Jepang.

Sudah sejak dulu kala, orang Jepang memuja Bulan. Tapi baru sekitar abad ke 9 (Zaman Heian), bangsawan berkumpul minum sake sambil memandang bulan. Untuk masyarakat biasa, baru mulai zaman Edo (1600-) ikut menikmati bulan seperti kalangan istana. TAPI masyarakat biasa itu lebih memuja bulan dengan Tsukimi karena menjelang panen. Festival panen padi, sehingga mereka berkumpul sambil berharap semoga panen berhasil. Di beberapa daerah mulai memasang orang-orangan yang disebut kakashi 案山子.

Pada acara tsukimi biasanya orang Jepang menghias dengan daun susuki yang seperti alang-alang. Rupanya ini menyerupai padi, sehingga dianggap bisa menghalau roh jahat. Tsukimi dango, yaitu mochi bulat yang putih menyerupai bulan ini disusun menyerupai piramid. Jumlahnya 15 karena Malam yang ke 15. Dan mochi yang teratas dianggap menjadi jembatan dengan dunia lain. Selain tsukimi dango, susuki, biasanya di pertanian menghias dengan panenan ubi, chestnut dan edamame. Tapi terutama satoimo, karena sebetulnya nama lain dari chushunomeigetsu adalah imomeigetsu.

Nah, jika tidak bisa menikmati Malam ke 15, atau Tsukimi hari ini, sebetulnya kita juga bisa menikmati Malam ke 13 十三夜dan ke 10 十日夜. Loh, kan mestinya sudah lewat?
Ternyata menurut perhitungan Malam ke 13 itu jatuh pada tanggal 21 Oktober 2018 dan Malam ke 14 jatuh pada tanggal 17 November. Tapi memang bulan purnama di musim gugur dan dingin indah ya. Mungkin karena kita (mulai) merasa dingin, melankolis dan romantis.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, mengapa di bulannya orang Jepang terlihat bayangan kelinci yang sedang membuat mochi? Apakah kita orang Indonesia juga sama melihat ke bulan dan membayangkan kelinci? Berdasarkan survei lagi, ternyata yang melihat di bulan itu ada kelinci hanya di daerah Asia (Jepang, Cina, Korea), sedangkan daerah Eropa misalnya melihat ada bayangan wanita, atau di Arabia melihat singa. Kenapa kelinci?

Di Jepang ada cerita turun temurun bahwa ada kelinci yang tinggal di bulan. Dan ini sebetulnya berasal dari cerita agama Buddha seperti begini:

Dahulu kala kelinci, rubah dan monyet. Suatu hari mereka bertemu seorang kakek tua yang lelah dan kelaparan. Kemudian mereka bertiga mengumpulkan makanan untuk si kakek. Monyet pergi ke gunung dan mengumpulkan buah. Rubah pergi ke sungai dan mengambil ikan. Kelinci mencari dan mencari, tapi tidak mendapat apa-apa. Karena tidak mendapat apa-apa, kelinci kemudian berkata, “Silakan makan saya!”, dan dia terjun ke api, supaya dagingnya bisa dimakan oleh si kakek. Rupanya si kakek adalah Taishakuten, (Shakra, Mahadewa) yang hendak menguji ketiganya. Terharu pada kelinci, Taishakuten mengirim kelinci ke bulan, supaya menjadi teladan semua orang.

Sedih ya... saya juga baru tahu cerita kelinci yang sedalam ini. Tapi kenapa kelinci harus membuat mochi di bulan? Ada versi yang mengatakan bahwa si kelinci membuat mochi untuk si kakek, atau si kelinci tidak akan kelaparan. Tapi yang paling masuk di akal adalah bahwa Festival Mid Autumn itu merayakan panen, yaitu beras. Dan mochi berasal dari beras. Dilambangkanlah beras menjadi mochi dalam legenda turun temurun di masyarakat Jepang.

Kita bisa mengakui bahwa Jepang memang membawa unsur-unsur penting kehidupan manusia dalam kebudayaannya, dan menghargai setiap unsur sebagai suatu hadiah dari alam, jika tidak bisa mereka katakan Tuhan.

Monday, September 24, 2018

Kebiasaan Bersih Bersih di Jepang

"Ngapain sih bersih-bersih di sekolah? Emang sekolah nggak mampu bayar tukang bersih? Aku sekolah bukan buat jadi tukang bersih-bersih, tau! Hhh..."

Mungkin  ada pikiran, bahkan keluhan yang terlontar ketika kita disuruh bersih-bersih di sekolah. Adakah yang punya pengalaman tersebut? Kalau ada, nggak usah ngacung. Simpan saja di hati kalian masing2.

Saya yakin pikiran negatif tersebut akan tergantikan menjadi pikiran positif jika berkesempatan mengintip sistem di sekolah dasar Jepang.

Di SD jepang, tidak ada Janitor alias Mamang-Mamang tukang bersih-bersih sekolah. Semua siswa setiap hari dibiasakan membersihkan sekolah.

Ada yang membersihkan jendela, loker, lorong depan kelas. Ada yang menyapu, mengepel lantai dan lain-lain.

Jadwal piket kebersihanlah yg memastikan semua dapat giliran secara adil dan teratur.

Semua tampak normal, tiada beban yang berlebihan. Tampaknya kebiasaan ini sudah mengakar di setiap siswa , guru dan staf. 

Ya, para guru dan staf juga mempunyai giliran membersihkan sekolah. Ada yang membersihkan toilet, tempat cuci tangan, dan lain sebagainya.

Jadi setiap orang yang memakai sarana sekolah tersebut dibiasakan untuk membersihkannya. Bahkan para orangtua siswa pun diajak untuk melakukan kebiasaan ini.

Setahun sekali para orangtua diberi kesempatan untuk menjadi petugas
bersih2 halaman sekolah.  Atau ada juga tugas mencuci gorden jendela sekolah.

Semua yang berkepentingan dengan sekolah dikondisikan agar ikut memikirkan sekolah, termasuk kebersihannya. Semua dilibatkan untuk merawat, menjaga kebersihan dan keindahan sekolahnya.

Dulu sempat mikir, kapan sih para Guru ini  bersih-bersih?? Sampai suatu waktu saya tahu berapa lama para guru tersebut berada di sekolah .

Perlu diketahui jam belajar siswa dimulai dari pukul 8.45 pagi sampai pukul 15.30. Para guru dan staf jam 6.30 sudah tiba di sekolah. Ajaibnya selesai jam sekolah pun mereka masih bekerja di sekolah sampai malam. Rata2 mereka pulang jam 22.00 malam. Bayangkan! Setiap hari! Terkadang Sabtu yang seharusnya libur pun harus ke sekolah.

Bayanganku di sela-sela waktu itu mungkin para guru dan staf bersih-bersih. Wong lama sih di sekolahnya. Dan tentu saja mereka pun harus mengerjakan tugas wajib mereka yaitu membuat bahan ajar, mereview keadaan anak didik, mengunjungi rumah siswa, dan lain sebagainya.

Sekolah dasar di Jepang mengutamakan pendidikan karakter. Bisa dibilang  nilai kebersihan berada di atas nilai kognitif.

Kebiasaan ini mengakar karena kebudayaan yang sudah ada di Jepang dari dahulu kala.

Konon ada ajaran Bushido yang setiap akan  latihan, mereka diwajibkan membersihkan pedang mereka terlebih dahulu. Ajarannya mengatakan," kalau giat  bersih-bersih maka jiwa pun akan bersih".

Pun di dalam ajaran Budha yang dulu banyak di anut oleh orang Jepang. Ajarannya mengatakan:
1. Berjerih payahlah untuk menjaga kebersihan dan keindahan.
2. Giatlah bekerja mencari nafkah.
3. Giatlah mencari ilmu.

Giat mencari ilmu (kognitif) ada di tingkatan nomor 3, sementara kegiatan membersihkan ini berada di nomor 1.

Kegiatan bersih-bersih di sekolah Jepang memiliki makna yang dalam. Selain menanamkan kebiasaan baik untuk menjaga lingkungan sekolah agar  kondusif ketika kegiatan belajar dan mengajar. Juga banyak nilai moral yang ditanamkan dari bersih-bersih ini.

Salah satunya, bentuk empathy kepada orang lain agar bisa nyaman menggunakan fasilitas sekolah. Menjaga agar barang2 awet hingga adik kelas bisa nyaman menggunakannya. Meski untuk adik kelas yang jauh usianya di bawah mereka, dan belum terdaftar di sekolah tersebut.

Dari kebiasaan bersih-bersih, anak-anak terjaga dari mengkotori atau merusak fasilitas sekolah karena sekolah milik bersama. Dan tentunya dari keringat setelah bersih2, para siswa jadi terjaga untuk mengotori lingkungannya. Karena tahu payahnya untuk membersihkannya. Timbulah rasa hormat dan menghargai kepada orang yang telah membersihkannya  terlebih dahulu.

Oh iya, kebiasaan bersih2 ini. Ditanamkan di sekolah dalam segala bidang.

Dimulai dari para siswa dibiasakan untuk memilah ketika membuang sampah . Ada tong sampah untuk sampah basah, sampah kertas, sampah plastik, sampah botol, sampah kaleng, sampah untuk kartrid dan sebagainya.

Juga ditanamkan di setiap kesempatan. Misal, ketika makan siang.

Anak2 harus memakai masker ketika piket menyediakan makan siang. Lalu ketika selesai harus mengelap meja bekas makan tadi. Memilah sampah untuk sedotan, untuk bungkus kotak susu dan untuk sampah basah. Juga menyusun piring2 kosong tersebut agar mudah untuk dicuci oleh koki sekolah.

Awalnya mamak juga kikuk nggak tahu apa yg harus dilakukan ketika makan siang bersama para Guru dan staf lainnya.Maklum...belum terbiasa. Persis kayak si Iteung saba kota. Celingukan...hehe.

Para Guru dan Staf melakukan hal yg sama dengan murid-muridnya. Selesai makan harus mengelap,memilah dan sebagainya.

Pengalaman pertama bikin keringat dingin deh..Tapi anehnya ikut bersemangat, terdorong untuk melakukan hal yang sama. Lingkungan yang sangat berenergi positif! Tentu saja mamak sambil nanya ini dan itu...cara buang yang benar dan lain sebagainya.

Di beberapa negara lainnya, ada juga yg memberlakukan kegiatan bersih-bersih sekolah. Tapi esensi bersih-bersihnya ada yang berbeda dengan di Jepang.

Misal, karena sekolah tidak ada biaya untuk membayar tukang bersih2, maka disuruhlah anak2 untuk menyapu dan mengepel sekolah. Bahkan membersihkan toilet dijadikan hukuman untuk siswa yg bermasalah. Sementara  itu si Guru duduk2 ngupi or ngeteh di depan anak-anak yang lagi keringatan ngelap dan nyapu. Oh noo... plisss deh.

Saturday, September 15, 2018

Hari Lansia di Jepang

Hari Penghormatan bagi Lansia.

Loh, memangnya lansia di Jepang tidak dihomati ya? Sampai harus menetapkan peringatan untuk Lansia? Mengapa ada hari libur yang disebut sebagai Hari Lansia itu sih?

Konon pada tahun 1947, di sebuah desa di Prefektur Hyogo, menetapkan adanya hari 年寄りの日Toshiyori no Hi (Hari orang tua), dengan slogannya “Kita pinjam akal pikiran orang yang tua untuk membangun desa kita”. Karena tanggal 15 September itu dianggap merupakan hari paling cerah, maka setiap tanggal 15 September itu diperingati Hari Lansia, dan dari desa tersebut pada tahun 1950 menyebar ke seluruh prefektur, dan pada tahun 1966 resmi hari Lansia ini menjadi hari libur nasional. (Hebat ya…mulai dari desa tuh..)

Sampai dengan tahun 2002, Hari Lansia敬老の日 ini selalu diperingati setiap tanggal 15 September apapun harinya. Tapi sejak ada kebijaksanaan Happy Monday (membuat hari libur beruntun Sabtu, Minggu, Senin, seperti di Indonesia lah), maka sejak tahun 2003 berubah menjadi Minggu ke 3 bulan September.

Lalu pada hari ini Lansia ngapain? Ya biasa saja sih, tapi biasanya dari pemerintah daerah di tempat tinggalnya, ada hadiah dibagikan pada lansia ini (biasanya berupa kue Jepang Manju merah putih atau Kastela). Ada juga pemda yang memberikan angpao (hadiah berupa uang). Bagi lansia yang punya cucu-cucu biasanya hari ini juga bisa diadakan “pertemuan” keluarga. Makan-makan dan minum-minum gitchuu.

Bila ditanya, yang namanya Lansia itu dari usia berapa? Hmmm susah juga ya. Jawabannya semua orang yang sudah tua = lansia. Semestinya dari usia 60 tahun karena dalam kalender Cina (Shio) manusia itu genap 5 kali mengalami satu putaran kehidupan yang lamanya 12 tahun (Satu putaran itu ada 12 shio) dan dalam bahasa Jepangnya disebut Kanreki 還暦. Pada usia 60 tahun ini juga biasanya pegawai akan berhenti pensiun. Orang yang memperingati ulang tahun ke 60 ini akan diberikan 赤いちゃんちゃんこ akai-chanchanko yaitu sejeniss rompi dan topi berwarna merah. Tapi karena usia harapan hidup orang Jepang semakin tinggi, umur 60 tahun belum dianggap tua. Kalau boleh saya menetapkan (menurut saya loh) Lansianya Jepang itu mulai 70 tahun.

Nah sebetulnya ada beberapa peringatan khusus bagi lansia setelah Kanreki (60 tahun), dan masing-masing ada namanya.

Usia 70 th, namanya 古希 KOKI, warna ungu
Usia 77 th, namanya 喜寿 KIJU, warna ungu.
Usia 80 th, namanya 傘寿 SANJU, warna kuning
Usia 88 th, namanya 米寿 BEIJU, warna kuning
Usia 90 th, namanya 卒寿 SOTSUJU, warna putih
Usia 99 th, namanya 白寿HAKUJU, warna putih
Usia 100 th, namanya 紀寿 atau 百寿 KIJU atau HYAKUJU, warna putih
Usia 108 th, namanya 茶寿 chaju, 111th 皇寿 kouju dan 120 th大還暦 daikanreki. Sebutan-sebutan peringatan ini juga menarik, jika dilihat dari penulisan kanjinya (tapi sulit untuk bisa saya terangkan tertulis).

Tapi perlu diperhatikan bahwa selain kanreki yang diperingati persis waktu seseorang berulang tahun ke 60, peringatan lainnya biasanya diperingati menurut 数え歳 kazoedoshi, yaitu dikurangi 1 tahun. Kazoedoshi ini terjadi karena perhitungan jika bayi lahir itu sudah berusia 1 tahun. Saya pernah salah terlewatkan memperingati KIJU untuk bapak mertua, pikirnya pas dia berulangtahun ke 77, tahunya sudah terlewat, justru saat itu dia sudah 78 th menurut kazoedoshi.

Jumlah lansia tahun 2018 belum diumumkan tapi tahun lalu saja  jumlahnya sudah 27,7 persen dari jumlah penduduk sebanyak 35 juta jiwa. Fenomena 高齢化社会 masyarakat yang semakin menua ini di satu pihak menggembirakan, tapi di lain pihak membawa masalah bagi negara. Tapi saya selalu senang melihat lansia di Jepang, banyak yang tetap bersemangat untuk hidup sehat dan tetap beraktifitas/ berguna bagi masyarakat. Semoga kita semua bisa seperti lansia Jepang ya.....

Thursday, August 23, 2018

Festival Bunga Matahari Kiyose 18-28 Agustus 2018

Ke lokasi ini bisa diakses dengan seibu ikebukuro line, turun di stasiun kiyose, pintu utara, halte nomor 2 bus no. 61. turun di グリーンタウン.

Ada 100.000 bunga matahari dengan luas 240.000 meter persegi.

Kalau mau kesini sebaiknya bawa makansn, karena daerahnya lumayan Tokyo pinggiran alias kampung.hehe.