Thursday, March 22, 2018

21 Mar 2018 shunbun no hi atau equinox day

Dapat Pelajaran dari Imelda sensei di grup. Sebagian besar saya sudah tahu, tetapi agar ilmu ini dapat diceritakan ke anak cucu dengan bahasa Indonesia yang ringan , saya sharing saja disini ya.

Horreee.... libur lagi :D... tapi dingiiiiin ya :D
Apa teman-teman sudah tahu hari ini hari libur apa?

Dalam bahasa Jepangnya 春分の日 Shunbun no hi, dari kanjinya terlihat kanji HARU yang artinya musim semi. Tadi pagi waktu saya buka FB ada tulisan “welcome spring”, dan memang secara nyata kita bisa merasakan musim semi semakin mendekat, meskipun Shunbun itu sebetulnya bukan AWAL musim semi. Awal musim semi disebut RISSHUN 立春 yaitu 1 hari sesudah Setsubun. Tepatnya Shunbun ini berada di jam 9 pada kalender tahunan 24 bagian musim. Sering dikatakan bahwa pada Shunbun no hi ini panjang malam dan siangnya sama, meskipun sebetulnya kalau diteliti lebih lanjut, siangnya sedikit lebih panjang dari malam. Shunbun no hi ini dalam bahasa Inggris disebut dengan Equinox Day.

Sebetulnya Equinox ada dua, yaitu pada musim semi Shunbun no hi dan pada musim gugur Shubun no hi. Tanggalnya tidak mungkin tetap tapi berkisar tanggal 20 atau 21 Maret dan 22 atau 23 September, ditetapkan oleh 国立天文台 (Badan Observasi Astronomi Nasional Jepang) pada awal Februari tahun sebelumnya. Nah, hari Shunbun no hi ini menjadi hari libur nasional itu sebetulnya baru-baru saja, yaitu mulai 1948 (Showa 23) yang ditetapkan dalam dengan UU hari libur Jepang (祝日法) dengan tujuan "berterima kasih kepada alam dan mencintai makhluk hidup”.

Shunbun no Hi sering disebut dengan HIGAN 彼岸, istilah dari agama Buddha. Terutama yang sering kita dengar adalah peribahasa berbunyi “Atsusa Samusamo Higan made”  暑さ寒さも彼岸まで, terutama dalam pembicaraan mengenai cuaca. Panaspun Dinginpun (hanya) sampai Higan. Memang biasanya setelah Higan, dinginnya musim dingin dan panasnya musim panas akan berkurang. (Semoga hari ini menjadi puncak dingin terakhir ya... brrrrr)

Nah, kalau setsubun kita melempar kedelai (bukan keledai ya... kegedean :D) , waktu Higan, orang Jepang merayakan dengan apa? Higan 彼岸, seperti yang saya tulis di atas adalah istilah dalam agama Buddha. Kanji Higan sendiri baru ditempelkan sesudahnya, tapi kata Higan sering diartikan sebagai “dunia lain atau surga". Jadi dalam agama Buddha Higan dianggap sebagai masa/waktu untuk mendoakan arwah mereka yang sudah meninggal. Dikatakan waktu, karena jika Higan itu adalah Shunbun no Hi (hari ini tanggal 21 Maret 2018), sebetulnya masa mendoakan itu dimulai sejak 3 hari sebelumnya (18 Maret, disebut Higan-iri) sampai 3 hari sesudahnya (disebut Higan-ake).

Pada waktu ini, keluarga Jepang akan “nyekar” mengunjungi makam keluarga, dan mendoakan leluhurnya. Biasanya makam keluarga itu berada dalam kompleks kuil. Begitu datang, ambil ember kayu dan cidukannya, mengisi air dan mulai membasuhi batu nisan. Tidak perlu lagi membersihkan makam dari rumput seperti di Indonesia, karena biasanya sudah bersih. Setelah memberikan air pada batu nisan, menghias makam dengan bunga (biasanya menaruh di jambangan yang ada di kiri-kanan nisan) dan memasang hio (dupa), keluarga akan mengatupkan kedua tangan untuk berdoa.

Selain pergi ke makam, sebetulnya orang Jepang juga mempunyai altar leluhur di rumah masing-masing. Di situ diletakkan sesaji berupa kue manis berbentuk seruni (banyak dijual set kue atau buah khusus untuk Higan), atau Botamochi 牡丹餅 atau kadang juga disebut ohagi お萩. Botamochi dan Ohagi sama bentuk dan rasanya, hanya penamaannya saja yang berbeda. Botamochi untuk Higan musim semi, dan Ohagi untuk Higan musim gugur. Botamochi ini  sejenis mochi yang ditutupi dengan tumbukan kacang merah (bisa kasar atau halus). Jadi kalau biasanya pasta kacang merahnya di dalam mochi, untuk Botamochi itu di luar. Rasanya? Enak dan manis :D seperti makan nasi ketan :D

Sebagai penutup tulisan hari ini, saya ingin memperkenalkan satu peribahasa 諺Kotowaza yang memakai kata BOTAMOCHI, yaitu 棚から牡丹餅 (Tana kara botamochi)yang artinya, mendapatkan keuntungan yang tidak terduga-duga. Kalau di peribahasa Indonesianya: “Bagai mendapat durian runtuh”.
Hayoooo.... teman-teman pilih botamochi atau durian? :D :D :D
Sepertinya kalau benar-benar kejatuhan durian pasti sakit ya? Saya pilih botamochi saja deh, empuk dan enak... apalagi kalau jatuhnya langsung di mulut hehehe.

Monday, March 12, 2018

Welcome 36

Assalamualaikum.
Selamat pagi dunia.
Selamat pagi Jepang.
Selamat pagi Tokyo.
36 pun akhirnya menjemputku dengan cepat.
Laksana separuh masa terenggut.
Terenggut angin timur.
Membawa jiwa ke penghujung setengah masa.
Saat si 20 menjemput, kusapa dengan tawa ria.
Ketika sang 30 menjemput, kubalas dengan suka canda.
Saat 31 datang, kutemui dengan cinta tawa.
Namun ketika gerbang 33 menjemput.
Tak lama kemudian 34, 35 dan hari ini saatnya 36 kutemui dengan hujan nan mendung, tanpa mencari, karena kutahu sang gerbang berikutnya akan cepat menyusulku tuk kembali kepadaNya.
Alhamdulillah terima kasih warna warni gerbang, pijakan, anak tanggaku, tanpa bisa memilih dan membuka gerbang sebelumnya, namun kubersyukur telah dipertemukan dengan kalian.

Selamat Ulang Tahun.
Selamat datang 36.
Semoga tambah berkah umurnya, sehat selalu, bahagia selalu, selalu ceria, rejeki lancar, selalu dalam lindungan Allah serta diberikan kelancaran dalam segala urusan dunua akherat. AAMIIN.
Welcome my new age, getting older and older.

Tahun Baru di Jepang 2018

Selamat Tahun Baru 2018.
Semoga tahun ini lebih baik, penuh berkah dan penuh kebahagian. Aamiin.

Bagi orang Jepang tahun baru itu seperti lebaran di Indonesia. Masak banyak, makan-makan, kumpul keluarga, pergi ke kuil (kalo di indonesia lebaran ya pergi ke mesjid). Berhubung saya muslim, jadi momen tahun baru di Jepang saya manfaatkan dengan berkunjung ke sanak saudara, mengirim ucapan tahun baru ke sanak famili dan teman-teman, baik itu melalui email, line, ataupun postcard.

Untuk makanannya, tanggal 31 Januari kami makan toshikoshi soba (mie pergantian tahun dengan harapan agar panjang umur), keesokan harinya pagi tangga 1 Januari makan sup ozoni (sup mochi dengan rasa kaldu ayam shoyu = kecap asin). Kemudia orang Jepang akan melakukan hatsu moude (berdoa ke kuil untuk berharap atau berdoa agar mendapat tahun baru yg lebih baik).

Hatsu Moude kali ini saya jalan-jalan di kuil jindaiji. Bagi saya yang tidak berdoa, momen tahun baru ini saya pakai untuk menyicipi jajanan kaki lima yang ada di sepanjang jalan menuju kuil. Seperti : takoyaki, okonomiyaki, yaki mochi, yaki dango, yakitori, soba pan  soba manju dan masih banyak lagi. Di Tokyo tidak afa penjual kaki lima kalau tidak ada event khusus festival/matsuri.

Oiya, untuk momen tahun baru sendiri, bagi orang Jepang dirayakan dengan berdoa, tidak dengan hura2, apalagi pakai petasan dan kembang api. Mereka biasa kumpul di rumah orang tua, lalu menonton acara tahun baru di NHK yang bernama kouhaku (merupakan acara menyanyi2, team merah dan team putih, lalu pemirsa akan voting team mana yang lagu-lagunya bagus. Merah putih bagi orang Jepang merupakan warna perayaan, bahagia.

Happy New Year all.
wish u all the best.

Thursday, August 24, 2017

Obon Festival

Di Jepang pada musim panas ada event, long holiday namanya obon, dimana konon katanya para leluhur akan datang ke rumah kita, menariknya para roh leluhur tersebut akan pulang ke alam "sana" dengan menggunakan kendaraan sapi yg digambarkan dgn terong dan kuda yg digambarkan dengan timun.
Biasanya pada saat libur obon orang-orang Jepang ke makam (ohakamairi), pulang kampung, ada juga yg liburan ke luar negri. Jadi banyak kantor dan toko-toko kecil yang tutup.
#culture #tokyo #japan #obon #summer

Sunday, August 20, 2017

Petik Blueberry di Ogatsu Nouen おガツ農園でブルーベリー狩りです。13 Agustus 2017

Blueberry adalah salah satu buah musim panas yang ada di Jepang. Saat musim panas blueberry dapat dijumpai di toko sayuran dan supermarket. Tetapi harganya sebox kecil lumayan mahal sekitar 500yen atau Rp 50.000an. Di kebun blueberry petik sendiri ini kita bisa makan sepuasnya, lalu hasil yang kita petik harus ditimbang dan dibayar. Hasil blueberry yang saya petik sekitar 3,8kg dengan kerusakan yg harus saya bayar 4200yen sekitat Rp 400ribuan. Hasil petikan kami itu bisa kami makan sekeluarga sampai 5 harian lho hehehe. Alhamdulillah enak, puas, senang banget.

Varietas blueberry yg ditanam di kebun ini beragam, dari boudouin, buruberi, dll. Yg saya paling suka yang manis asem dengan varietas buruberi.  Varietas yg ditanam di kebun ini ukurannya besar- besar, lebih besar dari yang dijual di supermarket (biasanya blueberry dari Nagano atau Matsumoto).

Untuk ke kebun ini harus reservasi dulu, disesuaikan banyaknya blueberry yang masak, luas kebun dan banyaknya pengunjung. Reservasi seperti inilah yang menurut saya wajib diterapkan di beberapa tempat objek wisata di Indonesia, jadi meminimalisasikan kekecewaan pengunjung apabila sudah masuk tetapi kehabisan buah yang masak, hanya ada buah yg mentah dan asam, atau kekecewaan pengunjung karena tidak leluasa memetik buah dikarenakan terlalu penuh sesak yang ujung-ujungnya berkaitan dengan kepuasan pengunjung dan merusak linurannya.

Lokasi Ogatsu Nouen おガツ農園 ini berada di dekat stasiun musashinodai, Fuchu, Tokyo, keio line. Jadi dari Shinjuku naik keio line jurusan hachioji atau takao, turun di stasiun musashinodai.

🌻ひまわり畑 Kebun Bunga Matahari 13 Agustus 2017

Behubung liburan summer kali ini saya ke Jakarta, jadi agak telat untuk hunting foto bunga-bunga musim panas di Tokyo.

Tanggal 13 Agustus saya baru sempat hunting foto bunga matahari yg dalam bahasa Jepangnya disebut himawari. Di beberapa taman besar sudah banyak yang kering, akhirnya setelah searching di internet,.saya menemukan こうちゃんち野菜in 世田谷setagaya (kouchanchi yasai in setagaya). Sebuah taman sayuran yang pada saat musim panas ditanami bunga matahari. Sekitar 20.000 batang bunga matahari di taman ini.

Akses untuk kesini saya lewat chofu station, lalu dari chofu station.naik bus no.8 jurusan futako gawa 二子玉川 futako tamagawa turun di eianji 永安寺. Dari bhs stop eianji, bisa berjalan kaki sekitar 10 menit, menyebrang, belok kanan menyusuri futako tamagawa lalu belok kiri. Lokasinya di dalam perumahan.

tamannya lumayan luas, tetapi tidak seluas showa kinen kouen sih.

Selamat menikmati.

2nd Wedding Anniversary 8.8.17

Alhamdulillah sudah 2 tahun pernikahan kami, Alhamdulillah sudah dikaruniai anak lucu nan lincah.

Tahun ini temanya just simple celebration, kami lunch di prince marche, shinjuku Tokyo. Lokasinya ada di dalam hotel prince shinjuku.

Sejak masih pacaran kami senang makan disini, all you can eat, enak, kenyang, beragam. Makanannya dari mulai Japanese sampai western. Ada pizza, steak, kepiting, sashimi, pumpkin soup dan masih byk lagi. Untuk rasa, lidah saya cocok, enak. Untuk harganya relatif murah untuk harga lunch buffet di Tokyo.